Showing posts with label manga. Show all posts
Showing posts with label manga. Show all posts

Monday, 27 August 2012

Summer 2012

Liburan Summer 2012 sedikit berbeda dari dua summer sebelumnya. Mencoba melewatkan waktu di Xiamen selama musim panas dan ternyata apa yang dikatakan orang-orang bahwa Xiamen selama musim panas benar-benar panas. Telapak kaki akan menjadi belang (meski sudah menggunakan payung dan sunblock) sesuai dengan pola sandal yang sedang kita gunakan. Kalau menggunakan sandal jepit maka akan sepanjang garis mengerucut dari tali sandal akan memutih, sementara jika menggunakan sandal bagian depan tertutup dengan lubang kecil-kecil, maka selamat, anda akan memiliki kulit berpola polka-dott.

Meski tidak tahan dengan udara panas-nya, tapi merupakan pengalaman baru yang cukup mengasyikan dan juga menjengkelkan. Apa yang asyik? Dapat sekamar dengan dua teman baru dari Myanmar, Gui Zhu dan Lin Hui, masak-masak (kentang balado khas indo dan dadar telur buncis serta bala-bala khas bandung) dan mengobrol sambil menggunakan bahasa mandarin (praktek bicara yang jarang didapatkan saat berada di kamar). Lalu kami juga sempat pergi ke pantai di Xiamen menunggu matahari terbenam (jam 7 sore langit masih cerah) dan menikmati mie kacang di Xiada.

Yang menjengkelkan - meski juga patut disyukuri - adalah pengalaman pertama kerja sambilan di restoran di Jimei. Bos (atau lebih tepatnya manajer restoran) yang bawel dan kerjaannya mengeluhkan kesalahan karyawan saat waktu senggang dan tidak ada pengunjung, tidak pernah memuji hal baik yang dilakukan karyawan, entah karena mengisi waktu luang atau memang hobinya mengeluh. Tapi disamping semua kekesalan yang ada, ini merupakan pengalaman yang cukup berharga dan membuat saya semakin megerti bahwa bahasa yang berbeda-beda di dunia ini merupakan kendala terbesar untuk menciptakan kedamaian. Tidak terhitung sudah berapa banyak pertengkaran yang terjadi akibat misinterpresepsi, bahkan jika kita memiliki bahasa yang sama pun dapat salah mengartikan maksud pembicara sehingga bertengkar mulut. Terkadang saya sampai mempertanyakan apakah pendapat yang mengatakan bahwa perbuatan yang kita lakukan adalah contoh atau bukti tersolid. 

Karena terkadang tindak tanduk kita (meski baik) namun tidak cukup untuk menciptakan image terbaik kita. Sebagai contoh adalah saat saya kerja sambilan meski saya dan beberapa rekan (yang sama-sama orang indo) sudah bekerja dengan maksimal, rajin, dan inisiatif, tapi tanpa kata-kata yang berarti tetap saja menjadi keluhan karena bos biasanya hanya memperhatikan kesalahan kita (sambil menunggu-nunggu waktu yang tepat) untuk menegur dan mengungkit semua kesalahan kita di masa lalu. 

Dari semua ini saya semakin meyakini beberapa konsep dalam dunia kerja: 1. Penjilat selalu lebih cepat naik pangkat; 2. Bos (biasanya manajer atau atasan kita langsung) memiliki hobi mengeluh; 3. Mendapatkan bos yang baik lebih sulit daripada mendapatkan kerjaan yang cocok; 4. Sistem kerja orang barat lebih baik dari sistem kerja orang timur, mengapa? Meski saya belum pernah bekerja di perusahaan Amerika atau Eropa tapi dari apa yang saya dengar mereka tidak pernah mencampuri urusan pribadi pegawainya dan hanya melihat hasil dari pekerjaan kita dan bukan 24 jam mengawasi apa yang kita kerjakan secara mendetail, orang barat juga tidak segan untuk memberikan pujian atas hasil kerja yang baik sementara orang timur - seperti apa yang sering dikatakan ibu saya - berat mulut.

Satu bulan di Xiamen, satu bulan di Jakarta.

Bulan Agustus saya kembali ke Jakarta dengan setengah hati. Tidak ada yang tersisa di negara ini yang membuat saya ingin kembali. Tapi satu-satunya hal yang membuat saya bahagia bisa kembali ke Jakarta-Indonesia adalah makanan Indonesia, siapa pun tahu bahwa makanan asli Indonesia #1 di dunia, murah dan enak luar biasa karena memiliki bumbu yang sangat medok. Gado-gado, martabak, sate ayam, sate padang, masakan padang, tahu tauco, ikan goreng nanas, empek-empek, tekwan, kerang kepa tauco, tim ikan, tim jamur dan ayam, kwetiau goreng, nasi goreng ikan asin, sayur asem, sambal! sambal indo adalah makanan dewa dengan terasinya.... hm..... belum lagi kopi-nya..... kopi indo memang paling top! Semua ini adalah deretan makanan yang tidak bisa ditemukan di Xiamen karena itulah bagi saya ini merupakan sebuah kebahagiaan sejati. Sampai-sampai saya memiliki sebuah doa pribadi agar perusahaan besar makanan Indonesia (i***food) segera membuka cabang khusus di Xiamen dan menjual semua bahan makanan indonesia, terutama sambal extra-pedasnya.

Tapi malang memang tidak mau berpisah dari saya. Dua hari setelah mendarat di Jakarta dengan sederet rencana untuk memenuhi perut, saya terserang penyakit aneh. Tangan kanan saya muncul bisul-bisul mengerikan seperti cacar api dengan tingkat kesakitan yang luar biasa. Tidak ada rasa gatal selayaknya penyakit kulit lainnya, tapi rasa nyeri seperti tulang dan kulit saya terbakar! Apalagi kalau bisulnya tersenggol benda padat ugh.... sakitnya.... Anyway, awalnya semua mengira ini cacar api tapi setelah dikonsultasikan pada dokter ternyata saya kena sebuah penyakit yang bernama impetigo. Kata dokter penyakit ini cukup berbahaya karena sangat mudah menular dan menyebar ke seluruh tubuh. Apalagi jika bisulnya pecah dan nanahnya terkena bagian kulit lainnya maka akan langsung memerah dan timbul bisul lainnya. Tidak hanya di kulit tubuh tapi juga bisa ke muka dan mulut. Penyebabnya adalah saya bersalaman dengan orang yang membawa penyakit ini sebelumnya. Makanya tidak heran bahwa bisul ini pertama kali muncul di telapak tangan kanan saja. Karena itulah sangat penting kita sering mencuci tangan dengan seksama terutama sebelum makan. 

Akhirnya saya harus puasa makan-makanan yang memiliki gula dan kalori tinggi agar pemulihannya bisa lebih cepat dan tidak meninggalkan bekas di kulit. Oh tidak!!!! Tapi setelah saya meminta obat terkeras yang ada maka penyakit ini pun sembuh dalam waktu satu minggu. Yippe!

Lalu apakah saya sudah bebas makan-makanan berlemak tinggi? Tidak, karena saya harus membatasi makanan saya agar gaun saya untuk pernikahan kakak saya muat dan pas di badan saya! Ugh!!! Beruntung saya masih memiliki waktu satu minggu setelah pernikahan sebelum kembali ke Xiamen untuk membalas dendam pada makanan lezat yang sudah menunggu saya di luar sana. 

Selama di Jakarta saya juga menderita kebosanan yang cukup parah. Tidak ada internet, tidak bisa menonton film seri baru (Parade's End) hiks hiks hiks.... dan yang lebih menyedihkan (meski bagi saya sangat menyenangkan) menonton (ulang untuk ke sekian kalinya) secara maraton Sherlock 1 dan 2 (selama 9 jam) sambil membantu menyiapkan undangan pernikahan. Oh Ben! Dia memang tahu caranya menyenangkan saya. Untung saja ayah punya BB jadi masih bisa browsing berita Benedict Cumberbatch.

Masashi Ueda Club
Bertahun-tahun berlalu dan saya masih tidak bisa menghapuskan hobi masa anak-anak yang satu ini. Membaca manga! Dan mangaka favorit saya sepanjang masa sudah bisa dipastikan adalah Masashi Ueda. Dimulai dari era Kobo-Chan, Kariage-Kun, hingga sekarang Otoboke-Section Chief. Komik yang terakhir ini teramat sangat lucu dengan komedi yang segar. Otoboke, kepala seksi sekaligus kepala rumah tangga (istri dan dua anak) sangat konyol dan nasibnya lebih sering sial daripada beruntung. Namun ia selalu berusaha menjadi teladan di rumah dan lelaki maskulin serta gentleman di luar rumah meski hal ini sangat sulit untuk diwujudkan. 
Yap, beginilah kehidupan saya selama masa liburan summer dua bulan. Nonton maraton film-film Benedict Cumberbatch (membangun Cumbernest di Jakarta), berburu makanan tanpa mempedulikan berat badan, dan membaca komik (membuat Masashi Ueda Club). Sangat menyedihkan memang, tanpa hang out atau pergi ke club bertemu dengan real people. Tapi saya sangat menyukai waktu-waktu ini. Bukankah liburan itu artinya melakukan apa yang anda suka dan ingin dilakukan? Jadi saya hanya melakukan hal-hal yang paling saya cintai di dunia ini. Oh, dan itu termasuk menulis blog ini.









Saturday, 31 March 2012

Slam Dunk, dll....

Ok, ini memang sedikit jadoel, saya mengakuinya, tapi akhir tahun lalu saya terkena demam Slam Dunk (untuk yang kesekian kalinya). Bisa dikatakan saya menghabiskan semester ke-4 saya dengan menonton ulang anime Slam Dunk dalam bahasa mandarin dan bagaimana respon saya? Puas 100%! Ternyata anime karya Inoe  ini tetap lucu dan seru dalam berbagai bahasa. Sedikit banyak saya juga bisa belajar peraturan basket dalam bahasa mandarin. Superb!

Nah, karena semester 4 kemarin saya memiliki banyak waktu luang jadi saya menyempatkan diri membuat wallpaper Slam Dunk saya sendiri. Ok, memang hasilnya sangat payah tapi ini menunjukan kecintaan saya pada manga yang satu ini.




















































Bicara soal drama Taiwan, sebagaimana kita tahu mereka sering mengadaptasi cerita manga Jepang, tahun lalu keluar dua drama seri yang diadaptasi dari salah satu manga kesukaan gw, Parfait Tic dan Skip Beat. Yeah, tidak begitu bagus atau gimana, justru bisa dikatakan cukup mengecewakan. Ternyata hukum 'film tidak sebagus buku-nya' memang berlaku dalam kasus ini. Anyway, bagaimanapun juga dunia film drama seri sudah memberikan lapangan pekerjaan untuk beberapa orang. Jadi saya tetap menghargai jerih payah mereka.

Akhir-akhir ini....

Cuaca di Xiamen sudah mulai hangat hingga ke panas (meski hari ini sangat aneh karena ada angin dingin menusuk tulang). Sedih juga sebenarnya karena saya - secara pribadi - menyukai musim dingin. Mungkin karena di Indonesia sendiri tidak ada musim dingin jadi saya senang bisa merasakan secara langsung kehidupan dengan empat musim. Tapi bagusnya musim panas (meski dijamin siapa pun tidak ada yang menyukai musim panas di Xiamen hingga hampir sebagian besar anak Indonesia berharap untuk 'kabur' ke Indonesia selama liburan summer) cucian baju jadi lebih cepat kering dan kamar tidak lembab.

Saya juga masih mengikuti dengan setia The Big Bang Theory dan CSI Las Vegas, they are the best, lalu America's Next Top Model, karena tidak ada acara lain yang layak di tonton, dan masih menunggu dengan tidak sabar video terbaru dari Kevjumba dan Nigahiga. Jadi bisa dikatakan kesenangan hidup saya naik turun seperti pasang surut air laut.....


Saturday, 27 August 2011

Masashi Ueda Addict

Saat melalui hari-hari yang cukup membosankan di Jimei (Xiamen), mama saya tiba-tiba mengabarkan bahwa Kobochan dan Kariage Kun kembali diterbitkan setelah sekian tahun vakum. Well, saya tidak bisa lebih senang daripada ini. Anyway, sesaat sebelum saya pergi menuntut ilmu, saya memang tahu bahwa ada karya baru Masashi Ueda yang diterbitkan, Otoboke Section Chief. Tapi karena waktu yang sempit saya bahkan tidak sempat membeli satu buku pun dari mangaka favorit saya sedunia ini.

Sekarang, setiap kali liburan dan kembali ke Jakarta, hal pertama yang saya lakukan – selain melepas rindu dengan masakan Indonesia – adalah pergi ke toko buku dan berbelanja komik. Rasanya kembali mengingat masa muda dulu dimana saya tidak bisa menahan diri untuk tidak membeli komik kurang dari lima buku. Apa boleh buat karena sekarang bukan hanya Kobochan dan Kariage Kun, tapi juga ada Otoboke yang super lucu banget.

Masashi Ueda memang komikus Jepang yang sangat jenius menciptakan cerita lucu dan segar mengenai kehidupan orang Jepang kebanyakan. Ide yang didapatkannya sangat sederhana namun membuat kita sering kali berpikir ‘kok bisa ya dia berpikir hal-hal semacam ini?’. Gambarnya juga kocak banget khususnya para karakter utamanya.

Banyak hal-hal baru dalam kisah Kobochan dan Kariage Kun. Misalnya saja paman Kobo yang akhirnya menikah dengan wanita pujaannya dan Kariage yang akhirnya memiliki sasaran baru – selain Kepala Seksi Kimura – untuk diusili, yaitu ibu kepala staf yang memiliki ukuran tubuh ‘istimewa’. Komik Otoboke Section Chief juga tidak kalah lucunya. Apa sih yang menarik dari komik yang satu ini?

Otoboke si ayah yang super kocak
Saya tidak menyangka akan mengatakan ini, tapi Otoboke ternyata lebih lucu dari Kobochan! Otoboke adalah seorang kepala seksi di kantornya dan seorang ayah sekaligus kepala rumah tangga yang biasa-biasa saja di rumahnya. Tapi tingkahnya terkadang membuat orang menggeleng-geleng kepala. Dia sangat tidak mau kalah dan selalu menganggap dirinya menjadi orang yang paling diandalkan di rumahnya. Dia selalu ingin menjadi contoh dan teladan yang baik bagi kedua anaknya, Kozue dan Hiroshi, namun justru ia lebih sering menjadi bahan tertawaan anak-anaknya. Di balik semua kekonyolan yang diciptakannya, Otoboke adalah ayah berhati hangat. Dia juga seorang pria tengah baya yang berani membela wanita-wanita muda yang sering jadi korban kejahatan meski sering kali justru dia ketiban sial.

Anyway, setiap kali membaca komik yang satu ini saya selalu bisa cekikikan sendiri sampai perut keram. Sayang harga komik ini lebih mahal daripada Kariage Kun dan Kobochan. Tapi apa boleh buat, saya memang Masashi Ueda Addict!

Note: Akhrinya buku Flipped keluar dalam versi bahasa Indonesia! Akan saya simpan untuk perjalanan kembali ke Jimei. Can’t wait anymore!

Note ke-2: Saya tidak percaya mereka mencetak kembali Asterix, Tin Tin, dan Johan & Pirlouit dan menjualnya dengan harga yang sangat mahal. Yeah, memang bisa dimaklumi karena komik klasik dari Perancis dan Belgia ini memang full colour. Tapi tetap saja harganya yang sangat tinggi membuat anak-anak tidak bisa menikmatinya. Syukurlah keluarga kami sudah memiliki koleksi lengkap cetakan pertama yang masih murah meriah.